Jumat, 27 Mei 2016

Life Is Choice

Ingatkah kalian wahai pembaca setia widih-widih (padahal mah ga ada yang baca ini blog). Di postingan pertama, gue bilang kalo blog ini bakal diisi juga sama lagu lagu ciptaan kawan gue. Inget gak ? atau kalian jangan jangan belom baca ya ? iya kan belom baca? ngaku ? *mendadak insecure* Nahh kenapa sampe sekarang belum ada satupun postingan di blog ini yang isinya lagu ciptain doi. Karena oh karena kawan gue itu udah bisa akses lagi blog nya dia. Jadi dulu di udah punya blog sendiri, cuma somehow blog itu ga bisa dia akses lagi. Maka gue yang lagi kepengen buat blog, nawarin dia buat ngisi konten di blog gue. Eh tau nya, belum sempet dia nulis disini, tetiba dia udah bisa akses ke blog nya lagi. Begitulah ceritanya sodara-sodara. Yang bakal gue bahas disini adalah, Keharusan kita sebagai manusia untuk memilih. Yaelah kayanya ga nyambung deh sama prolog nya. Pasti kalian ada yang bilang gitu kan, tenang aja, insha allah nyambung kok. Semoga aja sih. haha

Setiap manusia, atau bahkan setiap makhluk di bumi ini pasti pernah merasakan situasi dimana harus memilih satu diantara dua. Beberapa yang menyangkut kehidupan, dan yang lain nya hanya pilihan untuk kesenangan. Bahkan sejak kecil kita sudah pandai memilih. Memilih makanan apa yang ingin kita makan, memilih baju apa yang akan digunakan, memilih sekolah mana kita akan belajar, etc, dkk, dll. Semakin besar, semakin dewasa kita akan berada di posisi dimana memilih 1 hal didalam kehidupan lebih sulit ketimbang hanya memilih sepatu mana yang akan kita kenakan. Kita pun bingung, mana yang harus dipilih. Pilih ini nanti begini begini begini begini. Pilih itu nanti begitu begitu begitu. Ahh rasanya rauwis-uwis kalo memikirkan akibat dari dua pilihan yang akan kita hadapi. 

Tapi bagi seorang Libra, hal tentang pilih-memilih ini menjadi berkali lipat susah nya. Kenapa ? entahlah gue yang libra pun ga mengerti. Libra itu paling susah kalo disuruh milih. Kalo lagi jajan aja, misal beli martabak nih ya, bingung mau rasa apa. Milih mau rasa antara coklat kacang atau coklat keju bisa lamaaa banget. Kebanyakan mikir yang belom kejadian. Gue rasa hal kaya gini ga cuma di alamin makhluk Libra aja sih, iya ga ? Kebanyakan dari kita pasti sama, too worrying what will happen next. Seandainya dalam memilih sesuatu, kita ga memikirkan apa yang akan terjadi kedepan, tentu mudah. iya kan. 
Tapi kalo kita tidak memikirkan apa yang akan terjadi setelah kita memilih, lantas apa yang menjadi landasan kita memilih hal itu ? __udin, 18 tahun, mahasiswa.
Tentu saja kita gak bisa semena-mena menjatuhkan pilihan terhadap apa yang akan kita pilih, kita harus mengetahui apa yang akan menjadi akibat dari pilihan tersebut. Hanya mengetahui, bukan mengkhawatirkannya. Setelah tau apa akibat dari pilihan yang akan kita pilih, selanjutnya Yakin, dan Percaya bahwa yang kita pilih adalah hal yang memang seharusnya kita pilih. Tak perlu lagi memikirkan bagaimana ini, bagaimana itu dan sebagainya. Selain yakin, dukungan atas apa yang kita pilih dari orang-orang terdekat niscaya akan menambah keteguhan hati kita dalam memilih sesuatu hal.

Halahh lu kan Libra yud, tau apasih soal pilih-memilih. Beli roti isi di Indomart aja bingung nentuin mau rasa Blueberry atau rasa Keju -____- ? __Simin, 21 tahun, tukang nyinyir.
Hey you, emang sih jujur gue itu paling sulit dalam menentukan pilihan. Cuma belom lama ini, gue belajar sesuatu dari kawan gue. Ituloh yang dulu katanya mau ngisi konten di blog gue. Yang suka nyanyi dan emang cita-citanya jadi musisi. Namanya Achmad Khariri, rekan satu Lab di Kalbe Dia sama seperti gue, lulusan Farmasi. Namun selasa kemarin dia memutuskan resign dari Kalbe, dengan alasan Jenuh dengan dunia Farmasi dan ingin kuliah serta berkarir di bidang musik, bidang yang sangat ia sukai. Dia cerita, berat emang ninggalin karir di kalbe, padahal dia udah hampir diangkat jadi karyawan tetap, setelah jadi kartap bisa kerja sambil kuliah, dan memulai hidup bari setelah lulus kuliah (ini planning gue banget sih) Tapi dia beda, dia mau mulai hidup baru dari sekarang, dia mau kuliah di jurusan musik, dan nerusin perjuangan meraih cita-cita jadi musisi. Pilihan yang belum tentu di ambil sama semua orang kalo dilihat dari resiko dan akibat nya. Tapi dia berani, dia yakin sama pilihan nya, dia optimis bisa sukses meraih cita-citanya lewat jalan ini, bukan "jalan aman", selain itu keputusan dia pun didukung sepenuhnya oleh sang nyokap, dan itu yang buat dia semakin yakin dan optimis. Salut gue sama dia, give applause to him *prok prok prok* yaa meskipun dia bukan Libra kaya gue, tapi keputusan yang di ambil sangat berani. Kedepannya, Belajar dari kawan gue itu, gue janji akan lebih memudahkan urusan dalam hal pilih-memilih. Dari mulai memilih rasa Martabak, hingga memilih pasangan hidup. :))

Oke cukup sekian lah ya, sepertinya ini sudah lewat tengah malam juga. Sebagai penutup, ada kalimat dan sepotong gambar dari Maldives punya ko Lexy..

 Senja akan Indah apabila terdiri dari beberapa semburat warna, Sukalah terhadap semuanya, Karena sesungguh nya 
Tak akan terlalu indah sebuah senja, apabila hanya memiliki satu warna
 
Via - @aMrazing

-yudi-

Bagikan

Jangan lewatkan

Life Is Choice
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.